Cara Sehat Menyantap Gorengan

makanangorenganSaya yakin sebagian besar orang Indonesia pasti suka sekali makan makanan yang digoreng. Gorengan merupakan hal biasa, dan kita sering memakannya. Disisi lain, kita juga tahu bahwa sering makan gorengan tidak baik bagi kesehatan. Karena sebenarnya permasalahan terletak pada minyaknya, lebih jauh lagi adalah jenis lemak yg terkandung dalam minyak tsb . Jadi, memilih jenis minyak dan cara menggoreng yang benar adalah kunci menjaga kesehatan jantung.

Jadi, memilih jenis minyak dan cara menggoreng yang benar adalah kunci menjaga kesehatan jantung.

Hal yang jadi masalah bukan lemaknya, melainkan jenisnya. Lemak jahat seperti lemak jenuh dan trans memang menaikkan risiko sakit kronis. Sebaliknya, lemak baik seperti lemak tak jenuh tunggal dan ganda justru baik untuk kesehatan jantung dan tubuh.

Lewati titik asap

Sumber : Kompas.com – Lemak tak jenuh sering disebut lemak baik karena jenis lemak itu bisa memperbaiki kadar kolesterol darah, meringankan inflamasi, menstabilkan ritme jantung, dan sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan. Lemak ini dibagi dua, lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat atau disingkat MUFA) dan lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fats-PUFA).

Minyak zaitun dikenal sebagai minyak sehat karena kandungan MUFA yang tinggi, sedangkan lemak jenuhnya rendah. “Lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap. Namun, proses pemanasan bisa membuat rantai ganda itu pecah dan berubah jadi satu rantai. Proses pemanasan bisa membuat lemak tak jenuh jadi lemak jenuh atau bersifat radikal bebas karena tidak punya ikatan atom lain,” papar Dr.Saridian Satrixwawo, Sp.GK.

Minyak yang rusak seperti itulah yang bakal menaikkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan menimbulkan serangan jantung di masa depan. Itulah sebabnya mengapa minyak zaitun tidak disarankan untuk deep fried karena pemanasan dengan suhu tinggi bisa merusak manfaat baik minyak zaitun.

Kerusakan minyak goreng sehingga merugikan kesehatan terjadi ketika minyak dipanaskan melewati titik asap. Itu terjadi ketika menggoreng menggunakan minyak bekas berulang-ulang.

“Tanda-tanda minyak sudah melewati titik asap adalah minyak tampak berasap ketika sedang menggoreng,” kata dr.Sari.

Menggoreng pada suhu di atas titik asap akan mengubah asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam minyak menjadi asam lemak jenuh yang berbahaya karena meningkatkan kolesterol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: