Sindrom Patah Hati (Takotsubo Cardiomyopathy)


Saya menulis artikel ini karena tertarik dengan tulisan di koran Kompas hari ini (2 Oktober 2012) yang membahas tentang Sindrom Patah Hati (Broken Heart Syndrome) (Benar, anda tidak salah baca!). Sekilas memang judulnya sedikit aneh dan lucu, mungkin anda bertanya-tanya… “emang ada ya yang namanya sindrom patah hati??”

Banyak dari kita mungkin pernah mendengar cerita bahwa setelah kekasih / suami / istrinya meninggal maka orang tersebut tidak lama kemudian akan ikut (mendadak) meninggal juga… (ayo coba diingat-ingat…).

updated soon…. peace!

2 responses

  1. Bambang Budiono | Reply

    Terima kasih atas responnya. Artikel saya itu untuk membuka wawasan… pepatah cinta sehidup semati itu bisa diterjemahkan dengan fenomena klinis yang telah saya ulas di artikel tersebut

    1. Iya pak, sama-sama..
      Makanya selama ini kenapa kalau orang patah hati itu biasa digambarkan dengan gambar hati yang remuk / patah… ternyata bisa dikaitkan dengan ilmiah..

      Thanks sudah mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: